Penelitian Kualitatif bagian 2 : Ethnography, dan Analisis Artikel Contoh (Pertemuan ke 8)

Assalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh

Halo semuanya, jumpa lagi di blog-ku ya guyss πŸ‘‹πŸ‘‹

Perkenalkan, nama saya Muhammad Fikrul Akbar Suwahyu, mahasiswa S1 Pendidikan Fisika Universitas Negeri Malang. Saat ini saya sedang menempuh mata kuliah Penelitian Kualitatif.

Izin sharing mengenai deskripsi Novelty dan Analisis Kritis Artikel ya....

Selamat membaca😁

Judul Artikel

STUDI ETNOGRAFI PADA SUKU TO BALO DI DESA BULO-BULO KECAMATAN PUJANANTING KEBUPATEN BARRU SULAWESI SELATAN

Novelty :

Di dalam artikel tersebut disebutkan bahwa objek dalam penelitiannya yaitu masyarakat suku to balo di Desa Bulo-Bulo, Kecamatan Pujananting, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan yang dilakukan pada tanggal 20 Mei 2017. Untuk teknik pengumpulannya dibedakan menjadi dua, yaitu data primer dan data sekunder. Dalam hasil dan pembahasan, bahasa yang digunakan keluarga to balo adalah bahasa bentong, yaitu perpaduan antara bahasa bugis, konjo, dan makassar.

Analisis Kritis Artikel :

Setiap suku bangsa yang ada di Indonesia mempunyai ciri khas dan karakteristik sosial budaya yang berbeda. Suku merupakan golongan manusia yang terikat oleh kesadaran dan identitas akan kesatuan kebudayaan. Suku-suku yang tersebar di Indonesia menghasilkan warisan sejarah bangsa, persebaran suku bangsa dipengaruhi oleh faktor geografis, perdagangan laut, dan kedatangan para penjajah di Indonesia. Sulawesi Selatan memliki keanekaragaman budaya yang berbeda dengan daerah lainnya. Suku yang mendiami Provinsi Sulawesi Selatan adalah suku Bugis, Mandar, Makassar, dan Toraja. Salah satu suku terunik adalah suku to balo yang terletak di Kabupaten Barru, dimana suku ini merupakan suku terunik dan hanya satu-satunya yang ada di dunia. Suku to balo merupakan suku yang bermukim di pedalaman, tepatnya di pegunungan Bulu Pao di Desa Bulo-Bulo. Masyarakat suku to balo mempunyai keunikan tersendiri, karena penampilan kulit yang tidak seperti masyarakat pada umumya, Kulit mereka sangat unik dan seluruh bagian tubuh, kaki, badan dan tangan penuh bercak putih, serta di sekitar dahi juga terdapat bercak putih membentuk segitiga. Mata pencaharian masyarakat suku to balo pada umumnya bercocok tanam dan berladang hingga beternak. Masyarakat suku to balo dikenal sebagai to balo, “to” berarti “orang”, sedangkan “balo” berarti “belang”, jadi suku “to balo” berarti “orang belang”. Dalam artikel disebutkan bahwa penulis termotivasi untuk melakukan penelitian untuk mengetahui sistem keakraban dan sistem mata pencaharian suku to balo. Hasil daripada penelitian ini menunjukkan bahwa :

  1. Keluarga to balo adalah sama dengan sistem pernikahan yang ada di masyarakat tidak ada yang berbeda.
  2. Prosesi pernikahan masyarakat suku to balo sama dengan proses pernikahan yang dilakukan oleh masyarakat bugis lainnya yang ada di Sulawesi Selatan.
  3. Bahasa yang digunakan keluarga to balo adalah bahasa bentong.
  4. Agama yang dimiliki oleh keluarga to balo adalah agama islam.
  5. Kepemimpinan dalam keluarga to balo, yang menjadi seorang pemimpin adalah pihak ayah atau sang suami, karena pihak laki-laki yang bertanggung jawab sepenuhnya dalam sebuah keluarga.
  6. Garis keturunan keluarga to balo ditarik dari garis keturunan ayah dan ibu.
  7. Jumlah keluarga to balo saat ini mencapai 30 orang yang terdiri dari beberapa kepala keluarga.
  8. Hubungan kekeluargaan to balo sangat erat dan sangat akrab antara semua anggota keluarga.

Sistem mata pencaharian to balo adalah bertani. Berkebun juga merupakan mata pencaharian keluarga to balo.

Untuk artikel bisa dilihat pada link berikut :

https://media.neliti.com/media/publications/248820-studi-etnografi-pada-suku-to-balo-di-des-dc6d1b7b.pdf

Demikian sharing saya terkait Novelty dan Analisis Kritis Artikel pada kali ini. Semoga bermanfaat bagi para pembaca sekalian, dan mohon maaf bila ada kesalahan dalam penulisan.

Terima kasih telah berkunjung ke blog ini πŸ™ 

Wassalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Metodologi Penelitian Kuantitatif (Pertemuan 3): [3] Pemilihan Masalah Penelitian, dan Pertanyaan Penelitian

Metodologi Penelitian Kuantitatif (Pertemuan 2): [1] Hakekat penelitian pendidikan: Peran penelitian pendidikan, isu-isu epistemologi dalam penelitian pendidikan: modernism (positivisme) dan posmodernism (post-positivisme)

Metodologi Penelitian Kuantitatif (Pertemuan 3): [4] Etika Dalam Penelitian, dan Kegunaan Kajian Pustaka beserta Cara Mensintesanya