Penelitian Kualitatif bagian 3 : Grounded Theory, dan Analisis Artikel Contoh (Pertemuan ke 9)

Assalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh

Halo semuanya, jumpa lagi di blog-ku ya guyss πŸ‘‹πŸ‘‹

Perkenalkan, nama saya Muhammad Fikrul Akbar Suwahyu, mahasiswa S1 Pendidikan Fisika Universitas Negeri Malang. Saat ini saya sedang menempuh mata kuliah Penelitian Kualitatif.

Izin sharing mengenai deskripsi Novelty dan Analisis Kritis Artikel ya....

Selamat membaca😁

Judul Artikel:

EMPAT KELOMPOK PERILAKU BOROS ENERGI: PENYUSUNAN HIPOTESIS MENGGUNAKAN GROUNDED THEORY (Four Energy Waste Behavior Groups: Hypothesis Development Using Grounded Theory)

Novelty:

Dalam artikel disebutkan bahwa metode penelitian yang digunakan adalah dengan menggunakan penelitian kualitatif grounded theory yang bersifat eksploratif, dimana pendekatan ini dipilih karena diteliti menggunakan perspektif hemat energi. Kemudian pengetahuan tentang boros energi masih dalam taraf pengembangan. Dalam artikel disebutkan bahwa data dikumpulkan dengan survei yang bentuknya kuesioner, disebarkan secara luas dan bebas (nonrandom sampling) dengan teknik convenience sampling. Untuk analisis datanya dilakukan dengan melalui 3 tahapan coding analisis isi, yaitu open coding, axial coding, dan selective coding. 

Analisis Kritis Artikel:

Dalam artikel disebutkan bahwa:

  • Energi sangat dibutuhkan oleh manusia dalam menunjang aktivitas sehari-hari, salah satunya adalah energi listrik.
  • Seiring besarnya energi yang dibutuhkan, masyarakat perlu menggunakan energi tersebut secara efisien.
  • Hampir di setiap sektor terutama pada sektor rumah tinggal, teknologi berbasis listrik berkembang pesat dan sangat dominan digunakan.
  • Pemanfaatan listrik mengalami peningkatan yang cukup tinggi dengan laju pertumbuhan sekitar 8,4% per tahun.

Penggunaan energi dipengaruhi oleh berbagai faktor, yaitu perilaku terhadap energi, karakteristik atau desain rumah, dan karakteristik penghuni. Perilaku hemat energi yang mengandalkan kesadaran terhadap penggunaan energi disebut pro-enviromental behavior. Perubahan perilaku dalam penghematan energi dapat lebih mudah jika sikap pribadi dan sikap perduli terhadap lingkungan saling berkesinambungan. Penghematan energi dapat dilakukan dengan meningkatkan kesadaran (energy/conscious person), memanfaatkan teknologi dan energi alternatif. Pemerintah telah berupaya dalam program penghematan energi dari segi perilaku untuk menghindari krisis energi listrik, salah satunya dengan melakukan invasi social berupa pesan hemat listrik yang ditayangkan di media yang strategis. Teori-teori sebelumnya banyak membahas tentang faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku hemat energi, namun pada penelitian ini akan melihat dari sudut pandang berbeda, dimana dalam penelitian ini akan mengungkap hubungan antara perilaku boros energi pada masyarakat dan alasan mereka melakukan pemborosan energi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perilaku boros energi yang dilakukan masyarakat, serta hubungan antara perilaku boros energi dan alasan melakukan pemborosan energi. Dalam artikel tersebut terdapat hasil dan pembahasan serta kesimpulan berdasarkan hasil penyebaran lewat media sosial, yaitu kelompok tidak perduli, kelompok butuh, kelompok terpaksa, dan kelompok tidak sengaja. Serta dalam artikel dibuat model hipotesis perilaku boros energi yang tersaji dalam bentuk diagram.

Dari artikel tersebut saya dapat mengetahui apa saja yang termasuk kelompok tidak perduli, kelompok butuh, kelompok terpaksa, dan kelompok tidak sengaja. Serta dapat mengetahui solusi-solusi yang bisa dilakukan terhadap perilaku boros energi.

Untuk artikel dapat diakses melalui link berikut:

https://drive.google.com/file/d/1vwpYHQGwkoRY9qou1EexL2ijVxhq3Vca/view?usp=sharing

Demikian sharing saya terkait Novelty dan Analisis Kritis Artikel pada kali ini. Semoga bermanfaat bagi para pembaca sekalian, dan mohon maaf bila ada kesalahan dalam penulisan.

Terima kasih telah berkunjung ke blog ini πŸ™ 

Wassalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Metodologi Penelitian Kuantitatif (Pertemuan 3): [3] Pemilihan Masalah Penelitian, dan Pertanyaan Penelitian

Metodologi Penelitian Kuantitatif (Pertemuan 2): [1] Hakekat penelitian pendidikan: Peran penelitian pendidikan, isu-isu epistemologi dalam penelitian pendidikan: modernism (positivisme) dan posmodernism (post-positivisme)

Metodologi Penelitian Kuantitatif (Pertemuan 3): [4] Etika Dalam Penelitian, dan Kegunaan Kajian Pustaka beserta Cara Mensintesanya