Penelitian Kualitatif bagian 4 : Fenomenology, dan Analisis Artikel Contoh (Pertemuan ke 10)

Assalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh

Halo semuanya, jumpa lagi di blog-ku ya guyss πŸ‘‹πŸ‘‹

Perkenalkan, nama saya Muhammad Fikrul Akbar Suwahyu, mahasiswa S1 Pendidikan Fisika Universitas Negeri Malang. Saat ini saya sedang menempuh mata kuliah Penelitian Kualitatif.

Izin sharing mengenai deskripsi Novelty dan Analisis Kritis Artikel ya....

Selamat membaca😁

Judul Artikel :

PERNIKAHAN JARAK JAUH (Studi Kualitatif Fenomenologis Pada Istri yang Menjalani Pernikahan Jarak Jauh)

Novelty :

Dalam artikel disebutkan bahwa metode penelitiannya menggunakan pendekatan fenomenologis. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik IPA (Interpretative Phenomenological Analysis), dimana teknik IPA ini terdiri dari beberapa tahapan, yaitu membaca transkrip berulang-ulang, pencatatan awal (initial noting), mengembangkan tema yang muncul (emergent themes), mengembangkan tema super-ordinat, beralih ke transkrip subjek berikutnya, menemukan pola antar subjek, dan mendeskripsikan tema induk. Fokus perhatian analisis secara langsung ditujukan untuk memahami bagaimana indvidu memahami pengalaman hidupnya.

Analisis Kritis Artikel :

Pada umumnya, pernikahan diartikan sebagai suatu proses adanya ikatan janji suci yang dilakukan oleh individu-individu yang sudah matang secara psikologis. Pernikahan merupakan alasan individu untuk dapat membangun rumah tangga yang kehendakinya. Pandangan dalam Agama Islam, menikah juga dianjurkan karena sebagai salah satu usaha untuk menyempurnakan iman dalam kehidupannya. Pernikahan merupakan penyatuan dua pribadi yang unik dengan membawa pribadi masing-masing berdasarkan latar belakang budaya serta pengalamannya. Penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Qomariyah mengatakan bahwa salah satu pasangan terutama suami berkewajiban untuk dapat menafkahi keluarganya, karena suami merupakan tulang punggung keluarga. Dalam artikel ini disebutkan bahwa pemilihan kerja yang sesuai dengan kemampuan yang dimiliki suami dipengaruhi oleh sedikitnya ketersediaan lapangan pekerjaan yang berada di tempat yang sama dengan keluarganya. Dalam artikel ini mendorong suami untuk mengambil keputusan bekerja dan menjalani hubungan pernikahan jarak jauh dengan pasangannya. Perpisahan yang terjadi didasari oleh pekerjaan atau kondisi perekonomian keluarga. Kondisi pasangan yang menjalani hubungan pernikahan jarak jauh biasanya akan mengalami krisis dalam kedekatannya yang disebabkan jarak dan letak geografisnya yang berbeda. Komitmen pasangan tidak hanya terbatas untuk berkomunikasi saja, melainkan juga menjaga perasaan, pikiran, dan intensitas pertemuan yang sudah dijadwalkan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami gambaran tentang pengalaman istri yang menjalani hubungan pernikahan jarak jauh. Karakteristik subjek yang dikehendaki peneliti yaitu pasangan yang sudah menikah dan sedang menjalani hubungan jarak jauh.

Dalam penelitian dicantumkan hasil penelitian yang dirangkum dengan pendekatan IPA, meliputi :

  1. Gambaran kehidupan pernikahan = pandangan terhadap pernikahan, dinamika kehidupan pernikahan, gambaran pengorbanan dalam pernikahan, hikmah LDM.
  2. Masalah-masalah pernikahan = Masalah-masalah dalam pernikahan, dampak LDM.
  3. Makna kehidupan pernikahan = Pentingnya komunikasi dalam pernikahan, konsep keluarga harmonis, harapan yang diinginkan, menjalani komitmen, memaknai cinta.

Kesimpulan dari penelitian tersebut adalah pengalaman seorang istri yang menjalani hubungan pernikahan jarak jauh membuat subjek merasa jenuh di kesendiriannya mengurus keluarga. Tiap subjek mengharapkan agar kondisinya dapat berkumpul kembali dengan pasangannya. Bagi subjek, hubungan pernikahan jarak jauh merupakan keadaan yang dirasa sulit bagi sebagian orang yang menjalaninya.

Dari artikel tersebut, saya mendapatkan pengetahuan baru bahwa teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik IPA (Interpretative Phenomenological Analysis) yang terdiri dari beberapa tahapan, yaitu membaca transkrip berulang-ulang, pencatatan awal (initial noting), mengembangkan tema yang muncul (emergent themes), mengembangkan tema super-ordinat, beralih ke transkrip subjek berikutnya, menemukan pola antar subjek, dan mendeskripsikan tema induk.

Artikel dapat diakses melalui link berikut :

https://drive.google.com/file/d/1V-_EaUU9kYp4hzZ3fH6XVWnqutV-t3K4/view?usp=sharing

Demikian sharing saya terkait Novelty dan Analisis Kritis Artikel pada kali ini. Semoga bermanfaat bagi para pembaca sekalian, dan mohon maaf bila ada kesalahan dalam penulisan.

Terima kasih telah berkunjung ke blog ini πŸ™ 

Wassalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Metodologi Penelitian Kuantitatif (Pertemuan 3): [3] Pemilihan Masalah Penelitian, dan Pertanyaan Penelitian

Metodologi Penelitian Kuantitatif (Pertemuan 2): [1] Hakekat penelitian pendidikan: Peran penelitian pendidikan, isu-isu epistemologi dalam penelitian pendidikan: modernism (positivisme) dan posmodernism (post-positivisme)

Metodologi Penelitian Kuantitatif (Pertemuan 3): [4] Etika Dalam Penelitian, dan Kegunaan Kajian Pustaka beserta Cara Mensintesanya