Penelitian Kualitatif bagian 5 : Analysis Content, dan Analisis Artikel Contoh (Pertemuan ke 11)
Assalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh
Halo semuanya, jumpa lagi di blog-ku ya guyss ππ
Perkenalkan, nama saya Muhammad Fikrul Akbar Suwahyu, mahasiswa S1 Pendidikan Fisika Universitas Negeri Malang. Saat ini saya sedang menempuh mata kuliah Penelitian Kualitatif.
Izin sharing mengenai deskripsi Novelty dan Analisis Kritis Artikel ya....
Selamat membacaπ
Judul Artikel :
PEMBELAJARAN PRAKTIKUM KIMIA PADA MASA PANDEMI COVID-19: QUALITATIVE CONTENT ANALYSIS KECENDERUNGAN PEMANFAATAN TEKNOLOGI DARING
Novelty :
Dalam artikel disebutkan bahwa populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mata kuliah praktikum di Jurusan Kimia, Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja. Kemudian sampelnya ditentukan dengan teknik purposive random sampling dengan memerhatikan pertimbangan bahwa mata kuliah yang dijadikan sampel adalah mata kuliah yang diajarkan selama pandemi COVID-19, dimana sampel yang digunakan adalah tujuh mata kuliah praktikum di Jurusan Kimia. Mata kuliah tersebut adalah praktikum kimia anorganik, kimia organik, kimia analitik, kimia analitik kualitatif, analisis kromatografi, kimia kelautan, dan analisis spektrometri. Untuk metode penelitiannya dilakukan melalui analisis konten secara kualitatif terhadap tujuh mata kuliah praktikum di Jurusan Kimia, Universitas Pendidikan Ganesha untuk mengetahui keterkaitan antara pelaksanaan proses pembelajaran praktikum dengan penggunaan teknologi sebagai media belajar di masa pandemi COVID-19.
Analisis Kritis Artikel :
Dalam proses pembelajaran,
banyak aspek yang mempengaruhi kualitas suatu proses pembelajaran. Salah satu
aspek penting yang memberi pengaruh besar adalah penggunaan media pembelajaran
yang sesuai dengan karakteristik peserta didik. Perkembangan media pembelajaran
yang semakin canggih dewasa ini dapat membuat proses pembelajaran semakin
praktis dan menarik.
Beberapa fakta-fakta yang ditulis di dalam artikel adalah sebagai berikut :
- Pandemi COVID-19 yang tengah mengubah tatanan kehidupan sosial masyarakat menjadi faktor eksternal yang memengaruhi proses pembelajaran saat ini.
- Pembatasan fisik dan aktivitas sosial dalam skala besar tidak memungkinkan pembelajaran dilakukan secara tatap muka, sehingga berdampak besar bagi kegiatan belajr yang harus dilakukan secara praktikal.
- Pembelajaran yang bersifat praktikal lebih dominan dilakukan di tempat khusus seperti laboratorium.
- Kemampuan psikomotorik sangat diperlukan dalam pembelajaran praktikal.
Kegiatan praktikum kimia secara normal, khususnya di level perguruan tinggi terdiri atas tiga tahapan utama : pra-praktikum, praktikum inti, dan pasca praktikum. Rangkaian praktikum kimia seperti ini adalah formulasi pembelajaran yang selama ini dinilai efektif, karena tidak hanya meningkatkan pemahaman konseptual dan kognitif mahasiswa. Di masa pandemi COVID-19 pembelajaran praktikum kimia tidak lagi dapat dilakukan sesuai formulasi. Pembelajaran praktikum kimia jarak jauh akibat pandemi memang memberikan kesenjangan yang cukup besar dengan aktivitas pembelajaran yang seharusnya dilakukan mahasiswa kimia di keadaan normal. Kesenjangan pelaksanaan pembelajaran praktikum kimia ini menuntut adanya solusi alternatif yang paling mungkin dilakukan. Alternatif tersebut muncul dalam bentuk pemanfaatan teknologi daring sebagai media pembelajaran. Teknologi daring sebagai ujung tombak pelaksanaan pembelajaran di masa COVID-19 ini diharapkan dapat menurunkan kesenjangan pelaksanaan pembelajaran praktikum akibat pandemi dengan yang seharusnya dilakukan secara langsung di laboratorium.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan teknologi daring sebagai media dalam memfasilitasi perkuliahan praktikum kimia di Jurusan Kimia, FMIPA, Universitas Pendidikan Ganesha. Dalam penelitian ini dilakukan analisis terhadap tujuh mata kuliah praktikum di Jurusan Kimia, Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja, dimana tujuh mata kuliah praktikum tersebar dalam 15 kelas. Dalam artikel ini disajikan pula tabel-tabel dan histogram-histogram disertai dengan pembahasan.
Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu waktu yang efektif untuk perkuliahan daring adalah sebanyak 75% perkuliahan daring dan 1 sampai 3 jam tatap muka secara daring dalam satu perkuliahan tatap muka. Media daring yang efisisen digunakan dalam pembelajaran daring adalah google classroom sebagai LMS, aplikasi Whatsapp sebagai media non-LMS, dan meet.google sebagai media tatap muka daring. Sedangkan untuk media evaluasi secara daring yang sesuai adalah google classroom. Metode pembelajaran yang sesuai diterapkan dalam perkuliahan daring adalah diskusi dan observasi. Secara umum, perkuliahan praktikum daring dan luring tidak terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan.
Untuk artikel bisa diakses melalui link berikut :
https://drive.google.com/file/d/1b09pqAc1AcACPJPfCQmjiU3023bwg-kE/view?usp=sharing
Demikian sharing saya terkait Novelty dan Analisis Kritis Artikel pada kali ini. Semoga bermanfaat bagi para pembaca sekalian, dan mohon maaf bila ada kesalahan dalam penulisan.
Terima kasih telah berkunjung ke blog ini π
Wassalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh
Komentar
Posting Komentar