Model Pembelajaran Inovatif (Pertemuan 2) : [1] Perkembangan Inovasi Pembelajaran dalam Pembelajaran Fisika

Assalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh.

Halo semuanya, selamat datang di blog ku ya hehe. 👋👋

Perkenalkan, nama saya Muhammad Fikrul Akbar Suwahyu, mahasiswa S1 Pendidikan Fisika Universitas Negeri Malang. Pada semester ini, saya sedang menempuh mata kuliah Model Pembelajaran Inovatif.

Kali ini, saya ingin sharing mengenai deskripsi Novelty dan Analisis Kritis Artikel di blog ini nih ... 

Selamat membaca ya 😁


Judul Artikel :

Analisis Perkembangan Kompetensi 4C Siswa dengan Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Berbantuan E-Learning

Novelty :

Dalam artikel yang saya baca, terdapat novelty yaitu metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan Mixed Methods Research (MMR). MMR ini merupakan jenis penelitian yang mengkombinasi jenis penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif. Jenis penelitian ini digunakan ketika salah satu jenis penelitian kuantitatif maupun kualitatif tidak cukup membantu peneliti dalam pengumpulan dan analisis data. Dalam artikel juga dicantumkan kelebihan dan kekurangan dari MMR. Populasi dalam penelitian ini yaitu siswa kelas XI dengan penjurusan MIPA di Madrasah Aliyah Negeri Surabaya. Sampel dalam penelitian ini adalah 36 siswa kelas XI MIPA 7 semester genap tahun ajaran 2021/2022. Pemilihan sampel yang digunakan adalah teknik convenience sampling. Metode penelitian yang digunakan yaitu pre-experiment dan desain penelitian one group pre test – post test design.

Analisis Kritis Artikel :

Semakin berkembangnya teknologi dan informasi dalam menghadapi era globalisasi abad 21, siswa tidak hanya memiliki kompetensi kognitif saja, melainkan siswa dituntut untuk memiliki kemampuan yang dapat mengarahkan pada berpikir kritis dan kreatif dalam menyelesaikan permasalahan. Dalam penyelarasan abad 21 dengan sistem pendidikan di Indonesia, pemerintah berupaya untuk melakukan penyempurnaan kurikulum, yaitu dengan adanya pergantian Kurikulum-2006 (KTSP) menjadi Kurikulum 2013 (K13). Kurikulum 2013 dirancang agar siswa menjadi sumber daya manusia (SDM) yang memiliki pribadi serta warga negara yang lebih baik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Kurikulum 2013 mengacu pada pembelajaran abad 21 atau 4C, pendekatan saintifik, dan penilaian autentik. 4C yakni keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah (Critical Thinking and Problem solving Skills), keterampilan berpikir kreatif dan inovatif (Creativity and Innovation Skills), keterampilan kolaborasi (Collaboration Skills), dan keterampilan komunikasi (Communication Skills). Kurikulum 2013 diadaptasi dari keterampilan abad 21 yang dibantu dengan pelaksaan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL), dengan harapan agar siswa memiliki keterampilan 4C. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kompetensi 4C siswa dengan model pembelajaran PBL berbantuan e-learning. Hasil analisis data menunjukkan bahwa tingkat kompetensi 4C siswa dapat dianalisis dengan model pembelajaran PBL berbantuan e-learning. Terjadi peningkatan kompetensi berpikir kritis dan kreatif siswa, yang dibuktikan dengan hasil N-gain. Pada nilai N-gain untuk tingkat kompetensi berpikir kritis didapatkan hasil sebesar 0,78 dengan ketegori “tinggi”, dan nilai N-gain pada peningkatan kompetensi berpikir kreatif didapatkan hasil 0,70 dengan kategori “sedang”. Pada penelitian untuk mengetahui tingkat kompetensi kolaborasi dan komunikasi siswa didapatkan rata-rata interval sebesar 52,22 dan 50,87 dengan kategori “cukup baik”. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dengan model pembelajaran PBL berbantuan e-learning mampu menganalisis tingkat kompetensi 4C pada siswa.

Untuk artikelnya bisa diakses melalui link berikut :

⇒ Click Here ⇐


Demikian sharing saya terkait Novelty dan Analisis Kritis Artikel pada kali ini. Semoga bermanfaat bagi para pembaca sekalian, dan mohon maaf bila ada kesalahan dalam penulisan.

Terima kasih telah berkunjung ke blog ini 🙏 

Wassalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Metodologi Penelitian Kuantitatif (Pertemuan 3): [3] Pemilihan Masalah Penelitian, dan Pertanyaan Penelitian

Metodologi Penelitian Kuantitatif (Pertemuan 2): [1] Hakekat penelitian pendidikan: Peran penelitian pendidikan, isu-isu epistemologi dalam penelitian pendidikan: modernism (positivisme) dan posmodernism (post-positivisme)

Metodologi Penelitian Kuantitatif (Pertemuan 3): [4] Etika Dalam Penelitian, dan Kegunaan Kajian Pustaka beserta Cara Mensintesanya