Model Pembelajaran Inovatif (Pertemuan 4) : [3] Teori Belajar Konstruktivistik, Kognitif dan Sosial dalam Pembelajaran Fisika

Assalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh.

Halo semuanya, selamat datang kembali di blog ku ya hehe. 👋👋

Perkenalkan, nama saya Muhammad Fikrul Akbar Suwahyu, mahasiswa S1 Pendidikan Fisika Universitas Negeri Malang. Pada semester ini, saya menempuh mata kuliah Model Pembelajaran Inovatif.

Kali ini, saya ingin share mengenai deskripsi Novelty dan Analisis Kritis Artikel di blog ini.

Selamat membaca ya😁


Judul Artikel :

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Fisika dalam Memahami Konsep Momentum dan Impuls Melalui Pendekatan Konstruktivisme

Novelty :

Proses pembelajaran Fisika dalam lingkup pendidikan vokasi belum berpusat pada peserta, dimana peserta didik memiliki peran yang pasif dengan motivasi belajar yang rendah sehingga berpengaruh terhadap capaian belajar yang tidak maksimal. Oleh karenanya, perlu diupayakan suatu pembelajaran dengan pendekatan yang berfokus pada keaktifan belajar peserta didik guna motivasi belajar di kelas dan meningkatnya capaian belajar siswa.

Analisis Kritis Artikel :

Pembelajaran fisika di kategorikan sebagai proses belajar yang melibatkan mental peserta didik, yaitu proses pemberian rangsangan terhadap otak melalui perolehan informasi baru yang di berikan oleh guru(Mutmainna, 2018). Peserta didik sulit memahami pembelajaran termasuk fisika disebabkan kaingin belajar masih kurang (Sugrah, 2020), sulit mengatur pembelajaran sendiri (Sudiana et al., 2017) dan tidak disiplin dalam proses belajar yang memberikan dampak pada prestasi belajarnya (Nasution, 2017).. Pentingnya salah satu pendekatan yang dapat merangsang peserta didik (Suherman, 2012), memberikan informasi dengan berulang kali dengan tujuan memahami suatu konsep secara baik, salah satunya dengan penerapan metode pendekatan kontruktivisme. Model penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas menggunakan pendekatan konstruktivisme. Peneliti melaksanakan penelitian ini di salah satu sekolah vokasi di Kabupaten Karawang, dengan melibatkan 40 siswa dalam satu kelas sebagai subjek penelitian yang berfokus pada dua tahapan siklus pembelajaran, meliputi perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi pada setiap siklus yang di terapkan. Instrument yang di gunakan untuk memperoleh data di antaranya adalah tes, observasi kelas dan angket. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pembelajaran fisika melalui pendekatan konstruktivisme dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Ppeningkatan tersebut dapat di lihat dari meningkatnya penguasaan siswa pada tiap tes yang di laksanakan di setiap siklus, dengan hasil berturut-turut sebesar 69,00 (sedang), 70.13 (tinggi), dan 77,25 (tinggi), serta daya serap klasikal siswa yang juga mengalami peningkatan pada tiap siklusya yaitu berturut-turut 55% (rendah), 72.5% (tinggi), dan 87.5% (sangat tinggi).

Untuk artikel bisa diakses melalui link berikut :

⇒ Click Here ⇐


Demikian sharing saya terkait Novelty dan Analisis Kritis Artikel pada kali ini. Semoga bermanfaat bagi para pembaca sekalian, dan mohon maaf bila ada kesalahan dalam penulisan.

Terima kasih telah berkunjung ke blog ini 🙏 

Wassalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Metodologi Penelitian Kuantitatif (Pertemuan 3): [3] Pemilihan Masalah Penelitian, dan Pertanyaan Penelitian

Metodologi Penelitian Kuantitatif (Pertemuan 2): [1] Hakekat penelitian pendidikan: Peran penelitian pendidikan, isu-isu epistemologi dalam penelitian pendidikan: modernism (positivisme) dan posmodernism (post-positivisme)

Metodologi Penelitian Kuantitatif (Pertemuan 3): [4] Etika Dalam Penelitian, dan Kegunaan Kajian Pustaka beserta Cara Mensintesanya