Model Pembelajaran Inovatif (Pertemuan 5) : [4] Model-model Pembelajaran Inovatif (bagian 1): Pembelajaran berbasis masalah, inkuiri, dan proyek pembelajaran
Assalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh.
Halo semuanya, selamat datang kembali di blog ku ya hehe. 👋👋
Perkenalkan, nama saya Muhammad Fikrul Akbar Suwahyu, mahasiswa S1 Pendidikan Fisika Universitas Negeri Malang. Pada semester ini, saya menempuh mata kuliah Model Pembelajaran Inovatif.
Kali ini, saya ingin share mengenai deskripsi Novelty dan Analisis Kritis Artikel di blog ini.
Selamat membaca ya😁
Judul Artikel :
Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Fisika Siswa Kelas XI SMA Negeri 5 Samarinda
Novelty :
Tidak ada novelty atau kebaruan pada artikel ini.
Analisis Kritis Artikel :
Proses
belajar mengajar fisika masih didominasi dengan metode klasikal yaitu ceramah
dan tanya jawab sehingga mengakibatkan pembelajaran fisika masih bersifat
Teacher-Centered. Hal ini menjadi kurang bermakna sehingga motivasi, dan
prestasi siswa dalam belajar fisika belum optimal (Eko, 2015). Permasalahan yang sering terjadi
dalam proses pembelajaran fisika adalah penggunaan model pembelajaran yang
belum optimal. Penggunaan model pembelajaran yang kurang sesuai dengan
kemampuan peserta didik membuat suasana belajar yang monoton bahkan kadang
membosankan. Hal
ini membatasi kemampuan peserta didik dalam menemukan dan mencoba hal-hal baru. Menyikapi permasalahan tersebut
ditawarkan model project based learning yang dapat meningkatkan hasil
belajar siswa (Suranti, 2016). Project
based learning (PjBL) menurut Buck Institute For
Education (BIE) dalam Surya (2018) adalah pembelajaran yang melibatkan siswa
dalam kegiatan pembelajaran baik dalam memecahkan suatu permasalahan dan
memberikan peluang bagi siswa untuk lebih mengekspresikan kreativitas mereka
sehingga dapat meningkatkan hasil belajar dan kreativitas siswa. Pada pembelajaran project based
learning (PjBL) siswa dituntut untuk membuat proyek yang memfokuskan pada
pengembangan produk atau untuk kerja, dimana siswa melakukan pengajian atau
penelitian, memecahkan masalah dan mensistensi informasi (Waras, 2008). Hasil
akhir dalam pembelajaran adalah berupa produk yang merupakan hasil dari kerja
kelompok siswa (Kurniawan, 2011). Jenis
penelitian ini adalah penelitian Kuantitatif dengan desain penelitiannya One
Group Pre-test Post-test Design. Teknik pengambilan sampel menggunakan
purposive sampling dengan sampel yang digunakan adalah siswa kelas XI IPA 6 SMA
Negeri 5 Samarinda sebanyak 36 siswa.Teknik pengumpulan data hasil belajar
siswa menggunakan teknis tes dengan soal berbentuk essay berjumlah 10
soal. Data hasil belajar siswa sebelum diterapkan
model PjBL nilai rata-rata siswa sebesar 20,67 dan setelah diterapkan model
PjBL mendapat nilai rata-rata
69,47, dengan demikian terdapat peningkatan hasil belajar yang dilihat dari
perolehan nilai N-Gain sebesar 0,51 yang termasuk dalam kategori sedang.
Untuk artikel bisa diakses melalui link berikut :
⇒ Click Here ⇐
Demikian sharing saya terkait Novelty dan Analisis Kritis Artikel pada kali ini. Semoga bermanfaat bagi para pembaca sekalian, dan mohon maaf bila ada kesalahan dalam penulisan.
Terima kasih telah berkunjung ke blog ini 🙏
Wassalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh
Komentar
Posting Komentar