Metodologi Penelitian Kuantitatif (Pertemuan 2): [2] Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif: Karaketeristik, Kesamaan

Assalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh.

Halo semuanya, selamat datang di blog ku. 👋👋

Perkenalkan, nama saya Muhammad Fikrul Akbar Suwahyu, mahasiswa S2 Pendidikan Fisika Universitas Negeri Malang. Pada semester ini, saya menempuh mata kuliah Metodologi Penelitian Kuantitatif.

Kali ini, saya ingin share mengenai deskripsi Novelty dan Analisis Kritis Artikel di blog ini.

Selamat membaca ya 😁


Judul Artikel:

"Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif: Suatu Telaah"
Analisis Kritis Artikel:
1. Tujuan
  • Untuk memahami secara konseptual berbagai karakteristik dasar dari pendekatan kualitatif dan kuantitatif. 
  • Memperbandingkan kedua pendekatan tersebut dalam hal asumsi, tujuan, karakteristik, prosedur penelitian, dan bagaimana pendekatan tersebut berbeda secara metodologis.
2. Metode Penelitian
  • Metode: studi pustaka (literature study/kajian literatur). Pengumpulan bahan melalui sumber-perpustakaan (library sources) dan kemudian rekonstruksi gagasan/gagasan teori terkait. 
  • Tidak ada penggunaan data empiris lapangan, survei, eksperimen atau studi kasus khusus. Penelitian ini lebih bersifat teoretis-analitis/deskriptif. 
3. Hasil
  • Pendekatan kualitatif: objek penelitian bisa “seluruh aspek kehidupan manusia”; cenderung digunakan dalam ilmu-humaniora atau ilmu sosial; fokus pada pemahaman mendalam, makna, konteks, interaksi, pengalaman. 
  • Pendekatan kuantitatif: fenomena alam atau sosial digambarkan dengan bilangan; mengukur karakteristik tertentu dari fenomena yang diamati; memberikan kemampuan untuk membuat generalisasi (tergantung pada desain sampling, instrumen, dan prosedur statistik). 
  • Karena asumsi filosofis yang berbeda (misalnya pendekatan terhadap realitas, data, peran peneliti, hubungan antara teori dan data), prosedur dan hasil penelitian dari kedua pendekatan itu memang bisa berbeda secara mendasar. 
4. Kesimpulan
  • Kedua pendekatan memiliki karakteristik, kekuatan, dan keterbatasannya masing-masing; tidak ada satu pendekatan yang secara mutlak “lebih baik” dalam semua situasi. 
  • Pemilihan pendekatan harus berdasarkan tujuan penelitian, sifat fenomena yang diteliti, konteks, apa yang ingin diketahui (apakah lebih spiritual/arti/konteks mendalam atau lebih kuantifikasi/hubungan antar variabel). 
  • Karena perbedaan asumsi dan prosedur, penelitian dengan pendekatan yang berbeda bisa menghasilkan temuan yang berbeda, terutama dalam hal kedalaman, generalisasi, serta interpretasi. 
5. Kelebihan dan Kekurangan Penelitian
    Kelebihan:
  1. Kejelasan konseptual: Artikel menjabarkan dengan relatif jelas karakteristik mendasar dari kedua pendekatan. Cocok sebagai referensi pengantar bagi peneliti pemula.

  2. Komparatif: Dengan melakukan perbandingan yang sistematis antara pendekatan kuantitatif dan kualitatif, pembaca bisa melihat secara nyata perbedaan dan implikasi metodologisnya.

  3. Kesederhanaan & fokus: Karena fokusnya pada telaah teoritis, artikel bisa fokus mencermati asumsi-asumsi dasar, karakteristik, dan prosedur tanpa terbebani data empiris yang kompleks.

  4. Relevansi bagi pendidikan penelitian: Memberikan panduan dan pemahaman bagi mahasiswa atau peneliti yang harus memilih pendekatan yang tepat sesuai masalah penelitiannya.

     Kekurangan:
  1. Ketiadaan data empiris: Karena studi pustaka saja, tidak ada ilustrasi konkret dari penelitian nyata yang menunjukkan bagaimana perbedaan pendekatan itu berdampak dalam penelitian di lapangan. Contoh kasus bisa memperkaya.
  2. Keterbatasan konteks: Walau konsep umum dijelaskan, konteks budaya, disiplin ilmu, sumber daya, kemampuan peneliti, juga aspek praktis seperti instrumen dan analisis seringkali berbeda di tiap setting. Artikel ini kurang membahas bagaimana konteks bisa mengubah relevansi keunggulan / kekurangan masing-masing pendekatan.
  3. Ketidakjelasan dalam batasan: Artikel tidak terlalu mendetail dalam menyebutkan kapan satu pendekatan secara praktis tidak cocok, atau bagaimana memitigasi kelemahan tiap pendekatan.

Novelty:

  • Penulis menggunakan rekonstruksi literatur terkini (walau tidak spesifik disebut sumber-sumber terbaru mana) untuk memperbaharui pemahaman dan membandingkan pendekatan dalam konteks sekarang.
  • Penekanan bahwa kedua pendekatan bukan hanya berbeda secara teknis, tetapi juga dari segi asumsi dasar penelitian (filosofis) yang sering tidak disadari oleh peneliti; membantu menyadari bahwa memilih pendekatan bukan sekadar pilihan metode, tetapi pilihan yang mempengaruhi cara kita melihat data dan kesimpulan.

Untuk artikel bisa diakses melalui link berikut:

⇒ Click Here ⇐


Demikian sharing saya terkait Novelty dan Analisis Kritis Artikel pada kali ini. Semoga bermanfaat bagi para pembaca sekalian, dan mohon maaf bila ada kesalahan dalam penulisan.

Terima kasih telah berkunjung ke blog ini 🙏 

Wassalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Metodologi Penelitian Kuantitatif (Pertemuan 3): [3] Pemilihan Masalah Penelitian, dan Pertanyaan Penelitian

Metodologi Penelitian Kuantitatif (Pertemuan 2): [1] Hakekat penelitian pendidikan: Peran penelitian pendidikan, isu-isu epistemologi dalam penelitian pendidikan: modernism (positivisme) dan posmodernism (post-positivisme)

Metodologi Penelitian Kuantitatif (Pertemuan 3): [4] Etika Dalam Penelitian, dan Kegunaan Kajian Pustaka beserta Cara Mensintesanya