Metodologi Penelitian Kuantitatif (Pertemuan 9): [12] Statistik 2: Korelasi dan Regresi

Assalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh.

Halo semuanya, selamat datang di blog ku. 👋👋

Perkenalkan, nama saya Muhammad Fikrul Akbar Suwahyu, mahasiswa S2 Pendidikan Fisika Universitas Negeri Malang. Pada semester ini, saya menempuh mata kuliah Metodologi Penelitian Kuantitatif.

Kali ini, saya ingin share mengenai deskripsi Novelty dan Analisis Kritis Artikel di blog ini.

Selamat membaca ya 😁


Judul Artikel:

"Korelasi penggunaan Smartphone dengan Prestasi Belajar Mahasiswa Pendidikan Fisika UIN Ar-Raniry Banda Aceh"

Analisis Kritis Artikel:
  1. Tujuan: Mengidentifikasi apakah penggunaan smartphone berpengaruh positif atau negatif terhadap capaian akademik mahasiswa serta bagaimana perilaku penggunaan smartphone dapat berdampak terhadap efektivitas belajar di era digital.
  2. Metode Penelitian: Kuantitatif korelasional (non-experimental research design). Populasinya terdiri dari 84 mahasiswa pendidikan Fisika UIN Ar-Raniry Banda Aceh yang menempuh semester 3. Teknik sampling yang digunakan yaitu random sampling (secara acak, tanpa melihat strata yang ada pada populasi itu) sehingga sampelnya yaitu 20 mahasiswa dengan kriterianya yaitu mahasiswa pendidikan Fisika semester 3, memiliki smartphone, dan memiliki IPK di atas 3,00. Instrumen yang digunakan yaitu primer (angket berupa google form) dan sekunder (dokumentasi nilai mahasiswa dalam bentuk IPK). Untuk data penelitiannya dianalisis menggunakan SPSS (korelasi momen produk dan reliabilitas; kemudian uji normalitas; dan kemudian uji regresi dan perhitungan koefisien determinasi).

    u

  3. Hasil: Hasil uji statistik menunjukkan adanya korelasi negatif yang lemah hingga sedang antara intensitas penggunaan smartphone dan prestasi belajar (semakin sering smartphone digunakan untuk hal non-akademik, semakin menurun kecenderungan prestasi belajar mahasiswa). Namun,  jika smartphone digunakan secara produktif untuk kegiatan akademik, hubungan tersebut bisa menjadi positif meskipun tidak signifikan secara kuat.
  4. Kesimpulan: Smartphone memiliki hubungan yang signifikan namun tidak kuat dengan prestasi belajar mahasiswa Pendidikan Fisika. Smartphone bisa menjadi alat bantu belajar yang efektif jika digunakan untuk aktivitas akademik, tetapi dapat menurunkan konsentrasi jika digunakan berlebihan untuk hiburan. Disini menegaskan perlunya literasi digital agar mahasiswa mampu memanfaatkan smartphone secara produktif untuk meningkatkan hasil belajar.
  5. Kelebihan dan Kekurangan Penelitian: Kelebihan pada artikel ini yaitu sesuai dengan kondisi mahasiswa masa kini yang sangat bergantung pada smartphone dalam kegiatan akademik; pendekatan kuantitatif korelasional memungkinkan analisis hubungan empiris antar variabel tanpa manipulasi; instrumen kuesionernya memberikan gambaran nyata tentang pola penggunaan smartphone mahasiswa; serta memberikan masukan bagi dosen dan lembaga pendidikan untuk membimbing mahasiswa dalam penggunaan teknologi secara bijak. Sedangkan kekurangannya yaitu tidak mampu menjelaskan hubungan sebab-akibat (kausalitas) antara penggunaan smartphone dan prestasi belajar; variabel perancu (confounding variables) seperti motivasi belajar, gaya belajar, dan faktor lingkungan tidak dikontrol; data prestasi belajar diukur hanya berdasarkan IPK (yang belum tentu mencerminkan seluruh aspek kemampuan akademik); instrumen kuesioner bersifat subjektif (tergantung kejujuran dan persepsi responden terhadap penggunaan smartphone); serta sampelnya terbatas pada satu program studi (hasilnya sulit digeneralisasikan ke konteks universitas lain).

Novelty:

Penelitian sebelumnya (Morissan, 2020) berfokus pada pengaruh penggunaan smartphone terhadap prestasi akademik mahasiswa di wilayah Jabodetabek namun masih bersifat umum dan tidak memfokuskan pada konteks bidang studi tertentu seperti fisika, serta tidak membedakan antara penggunaan akademik dan non-akademik. Penelitian lain (Manurung et al., 2024) berfokus pada kajian dampak penggunaan smartphone terhadap prestasi belajar dan keterampilan sosial siswa sekolah dasar namun masih terbatas pada peserta didik tingkat dasar sehingga belum dapat menggambarkan secara menyeluruh dampaknya pada konteks pendidikan tinggi (khususnya mahasiswa MIPA). Penelitian lain (Tanti et al., 2024) berfokus pada efektivitas penggunaan smartphone sebagai mini lab portable untuk meningkatkan keyakinan dan percaya diri siswa terhadap fisika terkait pemahaman konsep namun hanya menyoroti aspek beliefs/keyakinan siswa tanpa meneliti hubungan langsung antara penggunaan smartphone dan prestasi akademik secara kuantitatif. Sementara itu, penelitian lain (Hidayatika et al., 2019) berfokus pada pengaruh penggunaan gadget terhadap prestasi belajar mahasiswa fisika di Universitas Syiah Kuala namun variabel yang diteliti masih umum dan tidak spesifik pada penggunaan smartphone, serta tidak menjelaskan secara rinci perbedaan antara penggunaan akademik dan non-akademik. Dengan demikian, diperlukan penelitian yang secara khusus dapat menganalisis korelasi antara penggunaan smartphone dan prestasi belajar mahasiswa pada bidang pendidikan fisika dengan memperhatikan konteks akademik, intensitas penggunaan, dan tujuan pemanfaatannya. Artikel ini hadir untuk mengisi celah tersebut dengan meneliti hubungan penggunaan smartphone terhadap capaian akademik mahasiswa fisika secara spesifik. Penelitian ini juga memberikan kontribusi terhadap pemahaman bagaimana penggunaan teknologi digital dapat diarahkan secara produktif untuk mendukung hasil belajar pada pendidikan tinggi di era digital.

Untuk artikel bisa diakses melalui link berikut :

⇒ Click Here ⇐


Demikian sharing saya terkait Novelty dan Analisis Kritis Artikel pada kali ini. Semoga bermanfaat bagi para pembaca sekalian, dan mohon maaf bila ada kesalahan dalam penulisan.

Terima kasih telah berkunjung ke blog ini 🙏 

Wassalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Metodologi Penelitian Kuantitatif (Pertemuan 3): [3] Pemilihan Masalah Penelitian, dan Pertanyaan Penelitian

Metodologi Penelitian Kuantitatif (Pertemuan 2): [1] Hakekat penelitian pendidikan: Peran penelitian pendidikan, isu-isu epistemologi dalam penelitian pendidikan: modernism (positivisme) dan posmodernism (post-positivisme)

Metodologi Penelitian Kuantitatif (Pertemuan 3): [4] Etika Dalam Penelitian, dan Kegunaan Kajian Pustaka beserta Cara Mensintesanya