Pembangunan Berkelanjutan untuk Masyarakat (Pertemuan 7): Studi kasus KKN Tematik, community service
Assalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh.
Halo semuanya, selamat datang di blog ku. 👋👋
Perkenalkan, nama saya Muhammad Fikrul Akbar Suwahyu, mahasiswa S2 Pendidikan Fisika Universitas Negeri Malang. Pada semester ini, saya menempuh mata kuliah Pembangunan Berkelanjutan untuk Masyarakat.
Kali ini, saya ingin share mengenai deskripsi Novelty dan Analisis Kritis Artikel di blog ini.
Selamat membaca ya 😁
Judul Artikel:
- Tujuan: Mendeskripsikan dan mengevaluasi implementasi SDG terkait kesehatan (mis. SDG-3) melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Mekar Mulio; menilai kontribusi/peran mahasiswa KKN dalam meningkatkan indikator kesehatan masyarakat (pengetahuan kesehatan, perilaku hidup bersih/sehat, akses layanan dasar, dsb.); serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat optimalisasi peran mahasiswa dalam mencapai target SDGs di konteks desa.
- Metode Penelitian: Survei kuantitatif rumah tangga/individu; wawancara mendalam / FGD dengan pemangku kepentingan; observasi partisipatif kegiatan; dan Analisis dokumen.
- Hasil: Terdapat perbaikan indikator pengetahuan & praktik kesehatan; peran mahasiswa efektif dalam penyuluhan kesehatan, pendampingan program sanitasi, advokasi akses layanan (kegiatan yang bersifat edukatif dan fasilitatif); mendapat dukungan dari aparat desa, keterlibatan kader lokal, materi KIE yang relevan, kolaborasi dengan puskesmas.
- Kesimpulan: KKN dapat menjadi sarana penting untuk mengimplementasikan SDG-3 di tingkat desa jika dirancang dengan kolaborasi lintas-pihak; serta mahasiswa berkontribusi pada peningkatan literasi dan praktik kesehatan masyarakat, tetapi keberlanjutan intervensi memerlukan transfer kapabilitas ke kader lokal dan dukungan institusional.
- Kelebihan dan Kekurangan Penelitian: Kelebihan pada artikel ini yaitu mengaitkan program pendidikan tinggi (KKN) langsung ke target SDGs (nilai aplikatif untuk kebijakan kampus dan desa); bila melibatkan warga dan pemangku kepentingan lokal, hasilnya lebih kontekstual dan dapat diadopsi; serta kombinasi data kuantitatif & kualitatif memberi gambaran komprehensif tentang efek intervensi. Sedangkan kekurangannya yaitu KKN umumnya berjalan 1–2 bulan (sulit menunjukkan perubahan jangka panjang atau sebab-akibat (efek mungkin sementara)); tidak ada kelompok kontrol sehingga klaim efektivitas rentan bias; data praktik kesehatan sering berupa laporan diri yang rentan desirabilitas sosial; intervensi berbasis mahasiswa sering berhenti pasca-program KKN; serta hanya fokus pada satu desa (Mekar Mulio) saja.
Novelty:
Penelitian-penelitian sebelumnya (Harahap & Hidayat, 2025) berfokus pada kegiatan mahasiswa KKN dalam mendorong perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) melalui senam pagi, penyuluhan, dan kegiatan kebersihan lingkungan namun tidak menyertakan pengukuran indikator kesehatan (seperti data pre–post perilaku). Penelitian lain (Irnawati et al., 2025) juga berfokus pada program edukasi berbasis SDG-3 dan SDG-2 untuk mengurangi stunting melalui penyuluhan gizi, pengukuran tinggi-berat badan anak, dan pendampingan ibu balita namun belum ada pembuktian statistik bahwa kegiatan KKN benar-benar menurunkan prevalensi stunting. Oleh karena itu, diperlukan penelitian yang memperkuat pendekatan ilmiah dengan instrumen valid dan analisis kuantitatif, menyajikan bukti nyata tentang kontribusi KKN terhadap indikator SDG-3, serta menawarkan model kolaboratif dan berkelanjutan antara perguruan tinggi dan masyarakat desa. Artikel ini hadir untuk mengisi kekosongan tersebut yaitu menyelaraskan seluruh aktivitas KKN dengan target SDG-3, yaitu peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, sehingga memberikan arah dan indikator yang lebih jelas terhadap capaian pembangunan berkelanjutan di tingkat desa.
Untuk artikel bisa diakses melalui link berikut:
⇒ Click Here ⇐
Demikian sharing saya terkait Novelty dan Analisis Kritis Artikel pada kali ini. Semoga bermanfaat bagi para pembaca sekalian, dan mohon maaf bila ada kesalahan dalam penulisan.
Terima kasih telah berkunjung ke blog ini 🙏
Wassalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh
Komentar
Posting Komentar