Metodologi Penelitian Kuantitatif (Pertemuan 15): [18] Statistik 8: Analisis Varian (uji prasyarat, MANCOVA, dan non parametrik yang relevan)
Assalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh.
Halo semuanya, selamat datang di blog ku. ππ
Perkenalkan, nama saya Muhammad Fikrul Akbar Suwahyu, mahasiswa S2 Pendidikan Fisika Universitas Negeri Malang. Pada semester ini, saya menempuh mata kuliah Metodologi Penelitian Kuantitatif.
Kali ini, saya ingin share mengenai deskripsi Novelty dan Analisis Kritis Artikel di blog ini.
Selamat membaca ya π
Judul Artikel:
- Tujuan: Mengetahui efektivitas dua jenis intervensi epistemologis, yaitu Explicit Epistemologically Enhanced Instruction (EEEI) dan Implicit Epistemologically Enhanced Instruction (IEEI) dalam meningkatkan personal epistemology siswa terkait fisika serta meningkatkan pencapaian belajar fisika siswa pada materi heat and temperature. Selain itu, penelitian ini juga ingin melihat apakah explicit instruction lebih berdampak dibanding implicit instruction, serta membandingkannya dengan conventional instruction (CI).
- Metode Penelitian: Kuantitatif dengan pendekatan quasi-experimental (pretest–posttest control group design). Sampel dalam penelitian ini sebanyak 186 siswa kelas IX dari 1 sekolah. Dalam penelitian ini, sampelnya dibagi menjadi 6 kelas dan dibagi menjadi 3 kelompok (EEEI, IEEI, CI) dengan durasinya 7 minggu pembelajaran. Instrumennya menggunakan Heat and Temperature Achievement Test (HTAT), Physics-related Personal Epistemology Questionnaire (PPEQ), dan Classroom Observation Checklist untuk memverifikasi fidelity. Analisisnya menggunakan MANCOVA, ANCOVA, dan analisis lanjutan per dimensi epistemologi.
- Hasil: EEEI menghasilkan peningkatan paling tinggi pada skor prestasi belajar fisika dan epistemological sophistication. IEEI juga berdampak signifikan, tetapi tidak sekuat EEEI, terutama pada aspek epistemologi. CI (conventional instruction) justru membuat skor epistemologi siswa cenderung menurun, yang menunjukkan regresi ke epistemologi yang lebih naΓ―f. Pada analisis dimensi PPEQ, EEEI paling efektif meningkatkan dimensi changeability of knowledge, sedangkan IEEI paling efektif meningkatkan dimensi coherent structure of knowledge.
- Kesimpulan: Explicit epistemological instruction lebih efektif dibanding implicit maupun pembelajaran konvensional dalam meningkatkan prestasi fisika dan personal epistemology siswa; implicit instruction tetap bermanfaat, tetapi efeknya lebih kecil terutama pada aspek epistemologi; perubahan epistemologi berkontribusi pada peningkatan hasil belajar fisika, namun peningkatan hasil belajar fisika juga dapat menguatkan keyakinan epistemologis yang lebih matang; serta intervensi epistemologi dapat membantu siswa memahami bagaimana pengetahuan fisika dibangun, divalidasi, dan berubah.
- Kelebihan dan Kekurangan Penelitian: Kelebihan pada artikel ini yaitu menggunakan dua pendekatan intervensi epistemologis (implicit dan explicit) yang jarang diuji secara bersamaan; menggunakan instrumen valid dan reliabel, termasuk PPEQ yang memang dikembangkan berdasarkan 6 dimensi epistemologi; prosedur kelas diawasi dengan checklist sehingga treatment fidelity terjamin; menggunakan analisis statistik yang kuat (menggunakan MANCOVA, ANCOVA); serta memiliki kontribusi teoritis pada model perubahan epistemologi melalui pembelajaran fisika. Sedangkan kekurangannya yaitu sampelnya hanya dari satu sekolah, sehingga generalisasi terbatas; Tidak mengukur retention atau keberlanjutan efek intervensi; Tidak mengukur domain-general epistemology, sehingga tidak diketahui apakah efeknya hanya pada konteks fisika; Hanya 1 guru yang mengajar semua kelas (yang berpotensi teacher effect); serta IEEI tidak diformat sekuat EEEI dalam eksplisitasi diskusi, sehingga ketidakseimbangan intensitas treatment bisa terjadi.
Novelty:
Penelitian sebelumnya (Lee et al., 2023) berfokus pada bagaimana Problem-Based Instruction (PBI) memengaruhi keyakinan siswa tentang fisika dan belajar fisika. Instrumen yang digunakan adalah CLASS-Physics untuk melihat perubahan epistemological beliefs dan learning attitudes setelah mengikuti pembelajaran berbasis masalah. Fokus utamanya adalah menilai apakah pendekatan PBI dapat menggeser cara pandang siswa dari keyakinan naΓ―f menuju keyakinan yang lebih seperti pemikir ahli. Namun intervensi yang dilakukan tidak secara langsung menargetkan epistemology, karena PBI lebih berfokus pada pemecahan masalah daripada eksplorasi sifat pengetahuan itu sendiri. Perubahan epistemologi yang terjadi cenderung kecil dan tidak merata karena pembelajaran tidak dirancang khusus untuk memodifikasi keyakinan epistemik. Selain itu, penelitian tidak membandingkan metode pembelajaran lain yang mungkin lebih efektif untuk meningkatkan epistemologi, seperti pengajaran eksplisit atau reflektif. Penelitian lain (Sengul, 2024) berfokus pada hubungan antara keyakinan epistemologis guru fisika dengan praktik pengajaran mereka di kelas. Fokusnya adalah melihat apakah guru yang memiliki epistemological beliefs yang lebih matang cenderung menggunakan strategi pembelajaran yang lebih konstruktivistik, inquiry-based, dan representasional. Namun penelitian ini tidak menguji intervensi atau perlakuan tertentu yang dapat mengubah epistemologi, melainkan hanya melakukan korelasi. Dengan demikian, penelitian tidak dapat memberikan kesimpulan kausal. Selain itu, fokusnya pada guru membuat penelitian ini tidak memberi gambaran tentang bagaimana intervensi tertentu dapat memengaruhi epistemologi dan prestasi belajar siswa secara langsung. Sementara itu, Sharma et al. (2013) dalam penelitiannya berfokus pada perbandingan lintas budaya mengenai epistemological beliefs siswa tentang fisika. Fokus utamanya adalah melihat bagaimana keyakinan siswa terkait fisika, pembelajaran fisika, dan ekspektasi kelas berbeda di berbagai negara, serta bagaimana keyakinan tersebut berkaitan dengan hasil belajar fisika. Namun penelitian ini bersifat deskriptif dan komparatif, sehingga tidak ada intervensi atau strategi pembelajaran yang diuji untuk melihat bagaimana epistemologi dapat diperbaiki. Selain itu, penelitian ini tidak menguji perbedaan pendekatan pembelajaran (misalnya eksplisit vs. implisit) dalam mengembangkan keyakinan epistemologis siswa. Walaupun data internasionalnya kuat, penelitian ini tidak menjawab bagaimana perubahan epistemologi dapat dihasilkan melalui pembelajaran fisika di kelas. Oleh karena itu, diperlukan penelitian yang secara khusus membandingkan pengaruh instruksi eksplisit dan implisit terhadap perkembangan epistemological beliefs dan capaian belajar fisika siswa, sehingga dapat diketahui bentuk intervensi yang paling efektif dalam meningkatkan pemahaman konseptual sekaligus keyakinan epistemologis yang lebih matang. Artikel ini hadir untuk mengisi celah tersebut dengan menghadirkan intervensi yang dirancang secara khusus untuk mengembangkan epistemological beliefs siswa, membandingkan efektivitas pendekatan eksplisit dan implisit, serta menguji kaitan langsung antara intervensi epistemologis dan prestasi belajar fisika.
Untuk artikel bisa diakses melalui link berikut :
⇒ Click Here ⇐
Demikian sharing saya terkait Novelty dan Analisis Kritis Artikel pada kali ini. Semoga bermanfaat bagi para pembaca sekalian, dan mohon maaf bila ada kesalahan dalam penulisan.
Terima kasih telah berkunjung ke blog ini π
Wassalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh
Komentar
Posting Komentar